Bermalam Di Situs Warisan Budaya Desa Wae Rebo Flores



Objek Wisata : Desa Wae Rebo Flores.
Photo credit : @eanindya, 2015 (Instagram).

Hai Indonesian !!
Sebuah desa terindah di timur negeri ini yang mendapat julukan negeri diatas awan atau desa di atas awan, yang saat ini banyak di kunjungi oleh wisatawan baik luar maupun dalam negeri. Keindahan yang hanya dapat kamu dapatkan dengan sebuah perjuangan, karena harus berjalan kaki mendaki sejauh 9 km menuju Desa Waerebo. 3 km pertama jalan masih terasa nyaman menuju pos 1 di Wae Lomba karena masih bisa naik ojek, lalu dilanjutkan perjalanan membelah hutan belantara menuju pos 2 di Poco Roko sejauh kurang lebih 4km atau 1 jam jalan kaki (usahakan agak cepat). Sesampainya di Poco Roko, beristirahatlah sedikit lebih lama sembari memandang indahnya Laut Sawu dan Pulau Mules yang samar tertutup kabut. Jarak menuju Desa Wae Rebo sudah semakin dekat, pastikan kamu tidak membuang sampah sembarangan selama perjalanan. Saatnya melanjutkan perjalanan ke Rumah Kasih Ibu yang merupakan pos terakhir atau Pos 3 menuju Desa Wae Rebo. Rumah Kasih Ibu adalah sebuah bangunan rumah panggung dengan dua atap berbentuk kerucut terbuat dari daun lontar. Dari Rumah Kasih Ibu, ke 7 rumah adat Wae rebo sudah mulai terlihat, namun karena biasanya kabut agak tebal, desa Waerebo tidak terlihat seutuhnya.

Photo Creadit : @Deanginanjar, 2019 (Instagram).
Sebelum masuk kekawasan Desa Tradisional Wae Rebo, kita harus berhenti sejenak di pintu menuju Wae Rebo. Layaknya seorang tamu, maka kita membunyikan pentungan yang ada di situ untuk menandakan kedatangan kita. Setelah masuk kawasan Wae Rebo akan ada sebuah upacara adat yang bernama "upacara Waelu", dimana acara itu untuk memohon ijin kepada leluhur mereka akan kedatangan wisatawan.

Agar lebih dapat menikmati kearifan budaya kampung Wae Rebo ini, sebaiknya kamu bermalam setidaknya satu malam untuk melepas lelah. Untuk Bermalam di desa yang berada di ketinggian 1225 Mdpl ini, kamu tidak usah repot-repot cari Hotel mewah. Cukup dengan Rupiah sebesar 225 ribu tiap orangnya (sudah termasuk tiga kali makan) kamu dapat menginap di kamar-kamar yang sudah disediakan. Sedangkan teman-teman yang tidak bermalam hanya dikenakan 100 ribu tiap orangnya (harga bisa berubah kapan saja). Ada 7 "Mbaru Niang" (sebutan rumah adat), Rumah Niang berbentuk kerucut dengan atap terbuat dari daun lontar. Namun saat ini sudah ada sebuah rumah yang jaraknya tidak jauh dari Wae Rebo yang dibuat khusus untuk penginapan wisatawan, karena di Wae Rebo sering penuh.
Wisatawan yang ingin menikmati Desa yang ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 2012 ini harus mulai perjalannannya dari Daerah Ruteng. Kalau kamu berangkat dari Denpasar (Bali), kamu bisa langsung menuju Ruteng lewat jalur udara. Apabila tidak ada penerbangan menuju Ruteng, teman-teman dapat menggunakan bus atau travel dari Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat dengan perjalanan selama sekitar 6 jam. Setelah tiba di Ruteng, perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Kombo selama kurang lebih 5 jam perjalanan.


Rute Perjalanan menuju Wae Rebo:

Denpasar/Jakarta > Kota Labuan Bajo > Kec. Ruteng > Kampung Kombo > Wae Lomba (Pos 1).

Alamat Objek Wisata Budaya Desa Wae Rebo :

Desa Wae Rebo, Kec. Satarmese Barat, Kab.Manggarai Barat, Flores, NTT - Indonesia.